CARA PEMBUATAN TONG SAMPAH KOMPOSTER

BAB I

Pendahuluan

 

1.1 Latar Belakang

Tanaman adalah salah satu unsur terpenting untuk menunjang kehidupan manusia, tanpa tanaman sulit rasanya kita sebagai manusia bertahan untuk hidup lebih lama di permukaan bumi ini. Alasannya sederhana tanpa tumbuhan sama artinya tak ada oksigen, dan itu berarti manusia tidak bisa melakukan proses respirasi (pernafasan). Sebenarnya bukan hanya manusia, hewan pun demikian halnya sangat membutuhkan tumbuhan untuk proses respirasi dan sumber makanan untuk mempertahankan kehidupannya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh manusia saat ini untuk terus mempertahankan keberadaan tumbuhan, sebagai penunjang kehidupan, adalah menanam tumbuhan. Dengan upaya tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk menyelamatkan tumbuhan.

Saat ini untuk memberikan kualitas yang baik terhadap tumbuhan, manusia senantiasa membuat formula-formula baru guna perbaikan kualitas dari hari ke hari. Salah satu formula yang di temukan adalah pembuatan komposter. Sebanarnya komposter ini bukanlah sesuatu yang baru karena nenek moyang kita dahulu telah menggunakannya, bedanya mereka hanya menggunakannya secara sederhana.

Dikesampatan ini penulis akan menjelaskan proses pembuatan komposter yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang besar terhadap praktisi agrokultur dalam mengembangkan proses pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Jenis Sampah

Sdit insan utama (2011) Berdasarkan asalnya, sampah dapat digolongkan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

  1. A.    Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

Sampah organik dibagi dua yaitu :

  1. Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
    Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
  2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.

Sampah organik hijau dipisahkan dari sampah organik hewan agar kedua bahan ini bisa diproses tersendiri untuk dijadikan kompos.

B.  Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, kertas, karton, kardus, styrofoam, kaleng dan lain-lain.

Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dikurangi pemakaiannya, memakai ulang barang-barang yang diperlukan, didaur ulang, yang masih bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.

Sampah anorganik yang dapat didaur ulang misalnya :

– kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas, dompet, kantong HP dll.

– Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas.

– Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman.

– Styrofoam dapat digunakan sebagai campuran batako.

Sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu, atau bisa dijual sendiri.

Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

2.2  Jenis Sampah Yang Baik Digunakan Untuk Kompos

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa yang dapat dibuat kompos adalah sampah organik. Sampah organik ini misalnya:

  1. Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
    Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
  2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.

2.3 Tong Sampah Komposter

  1. Pembuatan Tong Sampah Komposter
  2. Dari bahan Plastik

Alat dan bahan

  • Tong plastik bekas ukuran 20 liter, 1 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch, 2 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 10 cm, diameter 1 inch, 1 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 9 cm berdiameter 1 inch, 1 buah
  • Sambungan pipa berbentuk T, 2 buah
  • Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah
  • Kran plastik, 1 buah
  • Alat bor
  • Meteran
  • Kasa plastic

 

Cara membuat komposter

  • Buat dua lubang udara di sisi kanan dan kiri tong sampah dengan menggunakan bor. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa paralon.
  • Buat catu lubang lagi di sisi lain tong, posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah dari pada lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.
  • Setelah itu buat lubang-lubang kecil di badan pipa paralon 13 cm dan pipa pralon 10 cm lalu bungkus badan pipa yang berlubang tersebut dengan kasa plastik hingga tertutup rapi.
  • Selanjutnya instalasi udara untuk komposter dapat dirangkai dimulai dari memasang kedua pipa paralon 13 cm, masing-masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam ke luar, pipa didorong dari dalam hingga keluar 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong.
  • Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastik. Potong kasa plastik berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa. Beri lem PVC di sekitar ujung pipa lalu tempelkan kasa atur hingga tertutup rapi.
  • Selanjutnya kedua pipa 13 cm tadi disambung dengan sambungan pipa berbentuk T.
  • Dari kaki sambungan T tersebut dirangkaikan dengan pipa paralon 10 cm.
  • Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa paralon 10 cm. Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mangarah ke lubang yang akan di pasangi kran (lubang ketiga).
  • Pasang kran plastik pada lubang ketiga tersebut.
  • Terakhir masukkan pipa paralon 9 cm untuk menyambung antara lubang kran plastik dengan pipa L.

Prinsip Kerja

  • Mengolah sampah dapur (45% s/d 53%) dari sampah rumah tangga.
  • Mengalami proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme dari sampah dan yang berada di dalam tanah.
  • Kapasitas : 60 – 100 Lt (200 kg sampah) dan dapat dioperasikan untuk penampungan sampah antara 7 – 12 bulan per KK (5 – 6) org.
  • Lama proses pengomposan (4 – 6) bulan setelah terisi penuh.
  • Menghasilkan kompos (30% – c/n = 16 – 20, N=1, 79, Ca = 23, 27).

Gambar Tong Sampah Komposter:

 

Bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat tong sampah komposter dan cara kerjanya:

  1. a.      Gentong

Kalau mau pakai gentong, cari gentong yang ukuran paling tidak 1/2 meter kubik dengan dinding gentong agak tebal, agar tidak mudah pecah bila tersenggol orang. Jangan lupa, cari tutup gentong yang pas dan rapat, bisa memakai cowet tanah (yang untuk membuat sambel) yang ukurannya pas mulut gentong. Kalau gentong diberi lubang-lubang kecil di pantatnya, risikonya ada air lindi yang menetes keluar, nanti bisa menjijikkan. Ada dua solusi. Pertama tidak perlu dilubangi, tetapi pada awal sebelum bahan kompos pertama masuk, maka gentong perlu di isi tanah dulu, sekitar 1/5 isi gentong, seperti dijelaskan di atas. Kedua, bila gentong ingin dilubangi di bagian pantatnya, maka sebaiknya pantat gentong di tanam dalam tanah, hanya pantatnya saja, supaya air lindi yang keluar mengalir keluar berproses langsung dengan tanah. Bisa saja proses kompos ini menjadi ‘becek’, tergantung dari bahan yang masuk banyak kandungan cairan atau tidak. Tidak apa-apa. Solusinya bisa dicampurkan dedak beras yang halus (bukan sekam), diaduk saja sampai tidak becek.

Kalau gentong tertutup baik dan tidak retak, maka bau tidak akan keluar. Bau akan keluar saat tutup dibuka. Bisa terjadi dinding luar gentong menjadi lembab, tetapi tetap tidak akan bau. Wadah diletakkan di mana saja, taruh dihalaman atau di pojok luar rumah. Gentong bisa dicat warna-warni, ditulisi apa saja, bisa sebagai bagian hiasan di luar rumah. Tetangga sama sekali tidak akan terganggu. wadah Boleh saja kena hujan, atau kena matahari langsung, tetapi sebaiknya di bawah pohon agar teduh.

  1. Tong 
    Pertama: Pipa PVC diameter 1,5 inchi, ukuran 1 meter, dibagi 4 @ 25 cm. Pipa ini fungsinya sebagai “pernafasan” melalui tanah, karena proses kompsonya tak perlu udara (an-aerob). Pipa dibolongin pakai bor atau solder. Lalu salah satu ujungnya ditutup dop. Pipa dibungkus kawat nyamuk (plastik) dan di lem.

Kedua: Tong plastik ukuran sedang (sesuai keinginan). Harganya  sekitar Rp 30 ribu. badan tong dan pantat (dasar) dilobangi pakai bor ukuran 10. Lebih banyak semakin bagus.
Ketiga: Setelah dirakit, tong ditimbun ditanah. Sebelumnya masukan dulu kerikil secukupnya, diikuti pasir, dan ijuk.
Keempat: Timbun sampai penuh, hanya bagian tutupnya yang nampak. Ratakan dan tanami rumput di sekitarnya. Komposter siap digunakan.

Sebelum lupa, bila berniat menggunakan komposter jenis ini, Anda harus siap lahir batin.Pertama, ada ratusan belatung di dalamnya selama proses pembusukan.

Kedua, bau? Tentu saja, karena prosesnya khan mirip dengan septic tank rumah kita. Coba kalau septic tank dibuka bagaimana baunya? jangan khawatir baunya masih “normal” kok, tidak sebusuk septic tank. Ya agak-agak mirip comberan gitulah.

  1. c.       Lubang di tanah

Ukuran 60Cm x 60Cm x 100Cm . Galian tidak disemen, kecuali sekitar 1 bata atau 10 cm di bagian permukaan, yaitu untuk menjaga supaya tidak runtuh. Lubang tanah ini kemudian ditutup dengan beton tipis.

sampah tidak perlu dipotong-potong kecil-kecil, jadi apa adanya saja. Kemudian dikocorkan MOL pekat, lalu di atasnya diberi lapisan tanah setebal kurang lebih 5 cm. Maksudnya agar bila ada proses berbau, tidak menyebar keluar. Setelah itu tutup beton tipis ditutupkan Dalam tempo 1 (satu) bulan kompos bisa dipanen
Ini  tidak disarankan dibuat pada lokasi yang air tanahnya dangkal misal permukaan air tanahnya – 1 m sampai -5 m, kalau lebih dari -5 m tidak apa-apa. Hal ini karena dikhawatirkan air tanahnya akan tercemari oleh lindi yang mungkin terjadi, apalagi bila prosedurnya tidak benar.

Kekurangan  lainnya,  kalau musim hujan air akan mengenang pada lubang, sehingga proses pengomposan akan terhambat.

Bila tempatnya memadai sebaiknya di buat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm kemudian dibuat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm. Lubang A untuk sampah baru, baik daun segar, sayur busuk, kotoran hewan, bahkan bangkai tikus. Lubang B untuk kompos setengah matang (berasal dari lubang A bagian lapisan bawah yang telah mulai terurai). Lubang C untuk kompos hampir jadi (berasal dari lubang B bagian lubang bawah yang sudah banyak mengalami penguraian).

  • Dari bahan yang terdapat di atas dapat disimpulkan bahwa bahan yang baik untuk digunakan untuk membuat tong sampah komposter yaitu plastik. Selain karena bahannya yang mudah di dapatkan juga harga bahannya murah serta jika digunakan dapat bertahan lebih lama.

2.4  Keuntungan Tong Samapah Komposter

  1. Keuntungan ekonomis:

Dalam pembuatannya lebih mudah dibuat karena hanya memodifikasi bahan jadi yang harganya lebih murah di pasaran dan dapatdigunakan berkali-kali. Karena terbuat dari plastik yang tahan lama.

  1. Keuntungan komersial:

Pupuk yang dihasilkan oleh tong sampah komposter dapat dijual kepada petani maupun masyarakat umum.

BACAAN

http://menujuzerowaste.wordpress.com/2011/08/23/37/

http://puskim.pu.go.id/en/produk-litbang/teknologi-terapan/teknologi-komposter-rumah-tangga

http://kencanabandung.indonetwork.co.id/243490/mesin-pembuatan-kompos-rotary-klin-manual-rkm-1000-l.htm

http://id.merbabu.com/artikel/sampah.html

ME AND FAMILY

Nama saya St. Nur Halima, teman-teman saya biasa memenggil saya imha. Sekarang saya sekolah di SMA Neg.2 Sungguminasa (SMADAS), di sana saya kelas X A. Saya sangat senang bisa sekolah di sana, selain punya teman-teman yang baik saya juga dapat berjumpa dengan teman-teman lama saya. Bahkan bukan hanya itu, saya juga berjumpa dengan dengan guru saya waktu di SMP dulu, sekarang dia mengajar juga di sana. Saya tinggal di Btn andi tonro permai blok b8/13. Umur saya sekarang 16 tahun, saya lahir pada tanggal 7 desember 1995. Hobi saya membaca novel. Cita-cita saya menjadi seorang psikolog, karena saya sangat senang memberi saran ataupun pendapat kepada teman-teman saya yang mempunyai masalah.

Saya sangat senang dengan pelajaran Matematika dan Ipa (Fisika, Biologi dan Kimia), walaupun terkadang saya merasa kesulitan dengan pelajaran tersebut, tetapi saya sangat senang dengan pelajaran tersebut, karena dengan kesulitan itulah saya tertantang menjawab soal-sola yang saya rasa sulit. Saya juga berharap nantinya saya di kelas XI masuk kelas Ipa. Saya kurang senang dengan pelajaran yang menggambar ataupun melukis, itu di sebabkan karena dari dulu saya tidak punya bakat dengan pelajaran tersebut. Tapi saya akan berusaha untuk mencoba dan menyukai pelajaran tersebut, karena salah satu guru saya waktu SMP dulu pernah mengatakan bahwa cintailah pelajaran tersebut terlebih dahulu agar kamu dapat memahaminya. Kata-kata tersebut selalu saya ingat dan selalu saya terapkan.

Saya adalah anak ke-2 dari dua bersaudara. Nama kakak saya M.Amirullah, Saat ini dia kuliah di Universitas Negeri Makassar (UNM), dengan jurusan Bimbingan dan Konseling atau biasa di singkat BK. Umur kakak saya 19 tahun, dia lahir pada tanggal 15 mei 1992. Kakak saya sangat baik, selain itu dia juga sering menasehati saya dengan hal-hal yang positif, baik itu mengenai cara pergaulan saya di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sana, ataupun cara berpakaian saya. Dia juga sering membantu saya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Nama ayah saya Amin,S.Pd pengahsilannya Rp.2.700.000,-/bulan dan nama ibu saya Hamdana,S.sos penghasilannya Rp.3.000.000,-/bulan. Pekerjaan mereka adalah seorang guru di sebuah Sekolah Dasar. Orangtua saya juga sering menasehati saya mengenai pergaulan, karena orangtua saya tidak mau saya terjerumus dengan pergaulan yang kurang baik. Saya sangat bersyukur mempunyai orangtua seperti mereka, selain mereka sangat menyayangi anak-anaknya, mereka juga sangat perhatian. Tapi saya yakin pasti orangtua-orangtua yang lain juga memperlakukan anak-anaknya seperti itu.

Dirumah, saya adalah anak yang sedikit manja, itu dikarenakan karena saya anak bungsu. Walaupun begitu terkadang saya juga bersikap mandiri, karena tidak selamanya saya harus bergantung kepada orangtua saya.

Sedangkan di sekolah saya orangnya sedikit pemalu dalam hal pelajaran, sebenarnya saya bukan anak yang pemalu, tetapi saya masih kurang percaya diri (PD) dalam hal bertanya ataupun menjawab soal-soal dari guru, mungkin itu dikarenakan saya masih tergolong siswa baru, padahal posisi saya sama dengan siswa-siswi lainnya.

Saya selalu menanamkan tiga hal dalam diri saya, pertama saya selalu menanamkan bahwa “kegagalan adalah awal dari keberhasilan”. Kedua “jangan pernah sesali apa yang telah menjadi keputusan kita, karena setiap keputusan yang telah kita ambil pasti akan membuahkan hasil, walaupun hasil tersebut tidak sesuai dengan yang kita harapkan”. Dan ketiga jangan pernah melihat sesuatu hanya dari satu sisi saja, tetapi lihatlah dari sisi-sisi lainnya, karena belum tentu sisi yang kita lihat adalah sisi yang baik dari sesuatu tersebut”. Saya selalu menanamkan ketiga hal tersebut dalam diri saya karena saya belajar dari pengalaman saya sendiri.

Inilah cerita saya dan keluarga saya.

Buruk Rupa dan Puteri Cantik

Kisah pangeran kodok dan putri yang cantik kebanyakan dari kita sudah tidak asing lagi mendengarnya. Namun kisah itu hanyalah kisah fiktif belaka.

Di tulisan kali ini saya ingin memposting tulisan tentang kisah serupa namun terjadi dikehidupan nyata. cerita ini saya kutip dari shoutussalam.com

kisah ini Insya Allah akan memberikan banyak pelajaran bagi kita, terutaman bagi pasangan suami dan istri yang mungkin luput dari kesyukuran dan kesabaran atas pasangannya. berikut ini kisahnya.

Bukan untuk menyindir ataupun mencela seseorang. Namun sekedar ingin berbagi ibroh (pelajaran) dari kalangan salaf tentang kesyukuran dan kesabaran.

# Al-Ashmu’i…

Beliau pernah bercerita, Saya pernah masuk ke daerah pedalaman. Ternyata ada seorang wanita cantik rupawan bersuamikan laki2 dengan wajah sangat pas-pasan. (Kalimat sopan untuk ungkapan buruk rupa..)

Ashmu’i bertanya pada wanita itu,”Bagaimanakah kamu bisa merelakan dirimu dimiliki oleh seorang seperti itu..??”.

Wanita itu menjawab,”Coba dengarkanlah baik2… Barangkali dia berbuat baik dalam hubungan antara dirinya dengan Allah Sang Penciptanya..Sehingga Allah menjadikan diriku sebagai pahalanya.. Dan barangkali aku telah berbuat tidak baik pada Allah, Sehingga Allah menjadikan dia sebagai siksa bagiku…”

Subhaanallah….

*****

# Imran Bin Haththon…

Secara fisik berjerawat dan pendek. Sedangkan istrinya adalah wanita yang cantik jelita. Tiap kali ia memandang istrinya, Si Istri kelihatan semakin cantik. Dia tidak dapat menahan diri dari memandang istrinya terus menerus.

Istrinya berkata,”Ada apa denganmu..?”. Dia menjawab,” Demi Allah..!! kamu perempuan yang cantik sekali..”.

Istrinya kembali berkata,”Bergembiralah… karena sesunguhnya kamu dan aku akan masuk surga (insya Allah)..”

“Bagaimana kamu tahu akan hal itu..?”, tanya suaminya.

Sang istri menjelaskan,” Sebab kamu telah dikaruniai istri seperti aku dan engkau bersyukur. Sedangkan aku diuji dengan suami sepertimu dan aku bersabar. Bukankah orang yang bersyukur dan bersabar, akan ada dalam surga..??”.

Subhaanallah….

# Yang dapat ibrah dari kisah ini, silahkan bertasbih… Subhaanallah…. ^_^

Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi (Tugas Kelompok I)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN” (PKN) dengan Standar Kompetensi 4 “Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi “. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan).

Tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada guru PKN kami yaitu Ibu Darmawati, S.pd yang telah membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.  Dan tak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami dengan penuh semangat.

Kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca umumnya.

 

STANDAR KOMPETENSI 4: Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi :

Kompetensi Dasar 4.1. Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi

  • Mendeskripsikan pengertian dasar Negara
  • Mendeskripsikan pengertian konstitusi Negara
  • Menguraikan tujuan dan nilai konstitusi
  • Menyimpulkan keterkaitan dasar Negara dengan konstitusi

Kompetensi Dasar 4.2. mengenalisis subtansi konstitusi Negara

  • Menguraikan unsur sebuah konstitusi
  • Menyimpulkan cirri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu
  • Menganalisis subtansi konstitusi bagi Negara tertentu

Kompetensi Dasar 4.3. Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia

  • Mendeskripsikan pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945
  • Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945
  • Menguraikan makna tiap aliena yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

Kompetensi Dasar 4.4. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara

  • Menunjukkan periodisasi konstitusi Indonesia
  • Mendeskripsikan kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan
  • Menguraikan fungsi perubahan sebuah konstitusi
  • Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi Negara

Kompetensi Dasar 4.1. Mendeskripsikan Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi :

  1. 1.      Pengertian Dasar Negara

Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. Artinya setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang amat penting. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan munculnya kekacauan. Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara, tujuan negara, norma bernegara.

  1. 2.      Pengertian Konstitusi Negera

Konstitusi adalah peraturan atau hukum dasar Negara. Konstitusi bersumber pada dasar Negara sebagai norma hukum tertinggi. Konstitusi dalam arti luas terdiri atas konstitusi tertulis dan konstitusi yang tidak tertulis. Secara umum konstitusi suatu Negara berisi hal-hal yang menyangkut identitas Negara, lembaga-lembaga Negara, pengaturan Negara dalam berbagai bidang, hubungan Negara dengan warganya dan aturan mengenai perubahan konstitusi.

  1. 3.      Tujuan Konstitusi yaitu:
  • Untuk memberikan pembatasan dan pengawasan terhadap kakuasaan politik
  • Untuk membebaskan kekuasaan dari kontrol mutlak pengusaha, serta menetapkan bagi penguasa tersebut batas-batas kekuasaan Negara
  • Melindungi Ham, maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
  • Pedoman penyelengaraan Negara, maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh
  1. 4.      Nilai konstitusi yaitu:
  • Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen..
  • Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetrapi tidak sempurna. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara..
  • Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik
  1. 5.      Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi

Hubungan antara dasar negera dengan konstitusi adalah dasar Negara menjadi sumber bagi penyusun konstitusi. Konstitusi sebagai norma hukum di bawah dasar Negara bersumber dan berdasar pada dasar Negara.

Kompetensi Dasar 4.2. mengenalisis subtansi konstitusi Negara :

  1. Unsur sebuah konstitusi yaitu:
    a. Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu:
  • Jaminan terhadap Ham dan warga negara.
  • Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental(dasar).
  • Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan

b. Menurut Miriam budiarjo, konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi

  1. 2.      Ciri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu:
  • Yang bersifat adil agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat.
  • Melindungi asas demokrasi.
  • Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar Negara
  • Menentukan suatu hukum
  1. 3.      Subtansi konstitusi Negara

Apabila dikaitkan dengan jenjang norma sebagaimana dinyatakan oleh Hans Hawiasky maka konstitusi termasuk dalam kelompok kedua, yaitu staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara. Sebagai aturan pokok Negara, konstitusi Negara berisi aturan-aturan mendasar dan mengatur hal-hal penting dalam penyelenggaraan bernegara. Aturan dasar tersebut merupakan implementasi atau penuangan dari norma-norma yang tercantum dalam dasar Negara.

Konstitusi Negara kita adalah Undang-Undang Dasar 1945. Undang-Undang Dasar 1945 berada dalam kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara bersama dengan ketetapan MPR dan konvensi ketatanegaraan Republik Indonesia, sedangkan norma dasarnya adalah Pancasila.

Ketetapan MPR termasuk dalam kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara sebab ketetapan MPR juga masih berupa aturan-aturan pokok yang sifatnya umum dan garis besar. Ketetapan MPR perlu dijabarkan lebih lanjut ke dalam peraturan perundangan dibawahnya. Konvensi adalah hukum dasar yang tidak tertulis yang diakui juga dalam prkatik ketatanegaraan Indonesia. Sebagai hukum dasar, konvensi  masuk kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara, meskipun tidak tertulis. Contoh dari konvensi adalah pidato ketatanegaraan Presiden setiap tanggal 16 Agustus.

Hal-hal yang diatur dalam konstitusi Negara umumnya berisi tentang pembagian kekuasaan Negara, hubungan antarlembaga Negara, dan hubungan Negara dengan warga Negara. Aturan-aturan itu masih bersifat umum dan secara garis besar. Aturan-aturan itu selanjutnya lebih lanjut pada aturan perundangan di bawahnya.

Kompetensi Dasar 4.3. Menganalisis Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia :

A.    Pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

1)      Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdsar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pembukaan ini, diterima aliran pengertian Negara persatuan, Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya. Jadi, Negara mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham perseorangan. Negara menurut pengertian pembukaan itu menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Inilah suatu dasar yang tidak boleh dilupakan.

2)      Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

3)      Pokok yang ketiga yang terkandung dalam pembukaan ialah Negara yang berdaylat rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Oleh karena itu, sistem Negara yang terbentuk dalam undang-undang dasar harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia.

4)      Pokok pikiran yang keempat yng terkandung dalam pembukaan ialah Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, undang-undang dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

B.     Kedudukan pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut :

1)      Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci

Kemerdekaan bangsa indonesi yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dinyatakan dalam sebuah naskah proklamasi. Naskah proklamasi tersebut mengandung makna, yaitu:

  • Suatu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Tindakan-tindakan yang harus segera dijalankan berkaitan dengan proklamasi tersenut.

Naskah proklamasi bangsa Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno – Hatta terdiri atas dua aliena yang hanya berwujud garis-garis besar, sedangkan dalam pembukaan UUD 1945 terdapat pernyataan kemerdekaan yang lebih terperinci, yaitu pada alinea III dan alinea IV. Alinea III pembukaan UUD 1945 pada hakikatnya isinya sama dengan bagian pertama naskah proklamasi, yaitu tentang pernyataan kemerdekaan Indonesia. Alinea IV berisi tindakan-tindakan lebih lanjut dalam bernegara Indonesia yang pada hakikatnya sama dengan makna yang terkandung dalam bagian kedua naskah proklamasi. Dengan demikian jelas bahwa pembukaan UUD 1945 adalah sebagai pernyataan Indonesia yang terperinci, sedangkan naskah proklamasi hanyalah pernyataan kemerdekaan secara garis besar saja. Pembukaan UUD 1945 sebagai naskah proklamasi yang terperinci adalah penjelmaan dari teks proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

2)      Pembukaan UUD 1945 merupakan Tertib Hukum Tertinggi di Negara Indonesia

Pembukaan Undang-Indang Dasar 1945 mempunyai dua kedudukan terhadap tertib hukum Indonesia, yaitu :

  1. Menjadi dasarnya karena pembukaan UUD 1945 memberikan faktor-faktor yang mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia
  2. Memasukkan diri didalamnya sebagai ketentuan hukum yang tertinggi, sesuai dengan aslinya sebagai asas hukum dasar lainnya yang lebih rendah.

Pancasila merupakan norma dasar (grundnorm) atau norma dasar Negara (staats-fundamentalnorm) yang menjadi sumber, dasar, dan asas bagi penyusunan tertib hukum di Indonesia. Karena pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai norma fundamental Negara maka pembukaan UUD 1945 berkedudukan sebagai tertib hukum tertinggi Negara. Pasal-pasal dalam UUD 1945 dan norma-norma hukum di bawahnya berlaku, bersumber, dan berdasar pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945. Di bawah tertib hukum yang tertinggi terdapat tata urutan peraturan perundang-undangan yang membentuk satu kesatuan sistem hukum nasional.

3.)    Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental

Menurut Prof. Mr. Notonegoro, pembukaan UUD 1945 memenuhi syarat sebagai pokok yang fundamental. Hal ini di karenakan Pembukaan UUD 1945 berisi norma dasar Negara yang selanjutnya menentukan adanya UUD. Pancasila sebagai inti dari pembukaan UUD 1945 disebut sebagai unsur pokok kaidah yang fundamental.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu menurut sejarah terjadinya ditentukan oleh pembentuk Negara sebagai penjelmaan kehendak yang dalam hakikatnya dipisahkan (rencananya dibahas oleh suatu Panitia Hukum Dasar) dari undang-undang dasar (direncanakan oleh Udang-Undang Dasar), dan menurut isinya memuat asas kerohanian Negara (Pancasila), asas politik Negara (Republik yang berkedaulatan rakyat), tujuan negara (melidungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial), lagi pula menetapkan adanya suatu Undang –Undang Dasar Negara Indonesia. Jadi, pembukaan dalam segala sesuatunya memang memenuhi syaratsyarat mutlak bagi suatu pokok kaidah Negara yang fundamental menurut pengertian ilmiah sebagaimana tersebut di atas.

C.    Makna tiap alinea yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

  • Alinea I mengungkapkan adanya dalil onjektif dan subjektif bangsa Indonesia. Dalil objektifnya adalah bahwa adanya penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan. Oleh karena itu, penjajahan harus ditentang dan dihapuskan dari muka bumi. Dalil subjektifnya adalah adanya keinginan bangsa insonesia sendiri untuk membebaskan diri dari penjajahan.
  • Alinea II mengandung makna perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia telahsampai pada saat yang menentukan, yaitu kemerdekaan. Kemerdekaan bukanlah akhir, tetapi sebagai jembatan menuju cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.
  • Alinea III mengandung makna kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya kerena keinginan luhur dan hasil perjuangan semata, tetapi juga berkat rahmat Allah Ynag Maha Esa. Jadi ada motifasi materiil dan spiritual bangsa Indonesia dalam mengarungi kehidupannya.
  • Alinea IV menggambarkan kelengkapan dalam hidup bernegara. Dalam alinea tersebut terdapat tujuan Negara, bentuk Negara, sistem pemerintahan Negara, UUD, dan dasar Negara. Tujuan Negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah dara Indonesia dan utuk memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Bentuk Negara adalah Republik, sedang sistem pemerintahannya adalah demokrasi (kedaulatan rakyat). Undang-undang dasar Negara adalah UUD 1945. Dasar Negara adalah Pancasila, yaitu Negara berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apabila disimpulkan berdasarkan makna tiap alinea tersebut maka ada empat isi pokok dari pembukaan UUD 1945, yaitu:

  1. Pernyataan hak segala bangsa akan kemerdekaan
  2. Pernyataan tentang berhasilnya perjuangan kemerdekaan Indonesia
  3. Pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia
  4. Pernyataan pembentukan pemerintahan Negara dengan dasar kerohanian Negara Pancasila.

Kompetensi Dasar 4.4. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara :

 A.    Periodisasi konstitusi Indonesia

1. Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia Tahun 1945

UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Disebut UUD 1945 tahun 1945 karena pembuatan dan penetapannya dilakukan pada tahun 1945 oleh PPKI.

Dengan ditetapkannya konstitusi atau UUD Negara Indonesia merdeka tahun 1945, maka hukum colonial atau penjajahan ditinggalkan. Ini berarti hukum nasionallah yang berlaku, yaitu UUD 1945. Dalam ketatanegaraan Indonesia, UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis dan menjadi sumber hukum dalam penyusunan dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang ada pada tingkat di bawahnya.

UUD 1945 sebagai hukum dasae tertulis memuat aturan-aturan pokok ketatanegaraan yang dijadikan dasar bagi aturan-aturan ketatanegaraan yang lainnya. Aturan pokok itu mengatur bentuk Negara, bentuk pemerintahan, pembagian kekuasaan, dan sistem pemerintahan.

Undang-Undang Dasar 1945 berlaku sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949.

  • Bentuk Negara: kesatuan
  • Bentuk pemerintahan: Republik
  • Pembagian kekuasaan:

a)      Kekuasaan eksekutif dijalnakan oleh Presiden, dibantu oleh seorang wakil presiden, dan para menteri. Dalam menjalankan tugasnya, Presiden di awasi oleh Badan Perwakilan Rakyat (DPR).

b)      Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR bersama-sama dengan presiden.

c)      Kekuasaan Yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA).

  • Sistem pemerintahan: Kabinet PresidensilUndang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat (UUD RIS) Tahun 1949

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia serikat (UUD RIS) 1949 mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 1949 bersaam dengan penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Konstitusi/ UUD RIS dihasilkan dari sebuah pertemuan yang dinamakan “Pertemuan untuk Permusyawaratan Faderal” pada tanggal 14 Desember 1949 di Dn Haag, Belanda.

Konstitusi/ UUD RIS 1949 terdiri atas 197 pasal. UUD RIS ini bersifat sementara, karena menurut ketentuan pasal 186, konstituante (Sidang Pembuat Konstitusi) bersama-sama dengan pemerintah akan selekas-lekasnya menetapkan konstitusi RIS yang akan menggantikan konstitusi sementara ini.

UUD RIS 1949 berlaku hingga 17 Agustus 1950.

  • Bentuk Negara: Serikat atau faderal
  • Bentuk pemerintahan: Republik
  • Sistem pemerintahan: pemerintahan parlementer
  • Lembaga perwakilan: UUD RIS menganut sistem dua kamar (Bikameral), yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Undang-Undang Sementara (UUDS) Tahun 1950

Sejak tanggal 17 Agustus 1950 berlakulah UUD Sementara tahun 1950. Hal ini bersamaan dengan terwujudnya kembali Negara kesatuan. Pemberlakuan UUDS tahun 1950 ini ditetapkan dengan Undang-Undang no.7 tahun 1950 tantang perubahan Kontitusi Sementara Republik Indonesia serikat menjadi UUDS Republik Indonesia Tahun 1950.

UUDS tahun 1950 terdiri atas 6 bab sementara, maka disebutkan dalam UUDS pasal 134 bahwa konstituante (siding pembuat Undang-Undang) bersama-sama dengan pemerintah akan secepatnya menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia yang akan menggantikan UUDS ini. UUDS tahun 1950 memuat bentuk Negara, bentuk pemerintahan, pemegang kedaulatan rakyat, alat-alat perlengkapan Negara, serta sistem pemerintahan Negara.

UUDS berlaku hingga 5 Juli 1959.

  • Bentuk Negara: kesatuan
  • Bentuk pemerintahan: Republik
  • Pemegang kedaulatan rakyat: Presiden bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  • Alat-alat perlengkapan Negara:
    • Presiden dan wakil presiden
    • Menteri-menteri
    • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
    • Mahkamah Agung (MA)
    • Dewan Pengawas Keuangan (KPK)
    • Sistem pemerintaha Negara: sistem parlementer

 

Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945

Dengan keluarnya Dekrit presiden 5 Juli 1959, Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 dinyatakan tidak berlaku lagi dan Undang-Undang Dasar smentara dinyatakan berlaku lagi tanpa mengalami perubahan.

Ketentuan mengenai bentuk Negara, bentuk pemeintahan, pembagian kekuasaan, dan sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan, yakni seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.

UUD 1945 Hasil Amandemen

Amandemen adalah prosedur peyempurnaan tanpa harus langsung mengubah UUD dan merupakanpelengkap serta rincian dari UUD asli. Istilah amandemen merupakan salah satu hak legislative untuk mengusulkan perubahan dalam suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah. Apabila suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah tidak memuaskan parlemen, maka parlemen dapat mengadakan perubahan-perubahan yang disertai dengan penjelasan.

Amandemen UUD 1945 sesungguhnya merupakan suatu keharusan jika bangsa Indonesia menginginkan adanya reformasi di berbagai bidang untuk mewujudkan Negara yang demokrasi dan makmur. Mengingat bahwa UUD 1945 disusun pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia dalam situasi yang serba mendesak, maka beberapa pasal yang ada di dalamnya dipandang tidak lagi sesuai dengan situasi dan persoalan kenegaraan pada masa kini. Penafsiran para pemimpin terdahulu terhadap beberapa pasal dalam UUD 1945 diarahkan untuk keuntungan mereka sendiri. Maka, pasal-pasal dalam UUD 1945 harus dibuat sejelas mungkin sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang Bergam. Dalam Amandemen UUD 1945 terdapat empat tahap.

Konstitusi/ UUD 1945 hasil amandemen inilah yang berlaku saat ini.

 

B.     Kesepakatan Dasar Dalam Melakukan Perubahan Konstitusi

Perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan panjang, terutama berkaitan dengan hasil-hasil yang diperoleh dari perubahan itu sendiri. Perdebatan itu menyangkut apakah hasil perubahan itu menggantikan konstitusi yang lama ataukah hasil perubahan itu tidak menghilangkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi yang lama.

Dalam sistem ketatanegaraan modern, paling tidak ada dua sistem yang berkembang dalam perubahan konstitusi yaitu renewal (pembaruan) seperti yang dianut oleh negara-negara Eropa Kontinental dan amandement (perubahan) seperti yang dianut oleh negara-negara Anglo-Saxon. Sistem perubahan konstitusi renewal adalah perubahan konstitusi secara keseluruhan sehingga yang diberlakukan kemudian adalah konstitusi yang benar-benar baru. Negara-negara yang menganut sistem ini antara lain Belanda, Jerman, dan Prancis.

Sistem perubahan konstitusi amandemen adalah perubahan konstitusi dengan tetap memberlakukan konstitusi yang asli. Hasil perubahan tersebut merupakan bagian atau lampiran yang menyenai konstitusi asli. Negara yang menganut sistem ini antara lain Amerika Serikat.

Ada 5 kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan konstitusi, yaitu:
1. Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945.
2. Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Mempertegas sistem presidensiil.
4. Penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal.
5. Perubahan dilakukan dengan cara “adendum”.

C.    Fungsi Perubahan Sebuah Konstitusi

Amandemen (perubahan) konstitusi dimaksudkan agar Negara Indonesia benar-benar merupakan pemerintahan yang konstitusional. Pemerintahan yang konstitusional tidak hanya pemerintahan itu berdasarkan pada sebuah konstitusi, tetapi konstitusi Negara itu harus berisi adanya pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak warga Negara.

Pemerintah konstitusional mengarah pada pemerintahan dan Negara demokrasi. Jadi, amandemen UUD 1945 diharapkan dapat menjadikan Negara Indonesia benar-benar demokratis.

Amandemen atas UUD 1945 masih harus disempurnakan agar selalu sesuai dengan tuntunan perkembangan dan mampu menjadi landasan bagi pemerintahan demokrasi di Indonesia.

D.    Perilaku Positif Terhadap Sebuah Konstitusi

Sebagai warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki perilaku positif terhadap konstitusi, yang mempunyai makna berperilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD), mempelajari isinya, mengkaji maknanya, melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, mengamalkan dalam kehidupan, dan berani menegakkan jika konstitusi itu di langgar.

  • Adapun contoh sikap positif tersebut antara lain:
    • Berusaha mempelajari isi konstitusi hasil amandeman agar memahami makna konstitusi tersebut.
    • Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing.
    • Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi hasil amandeman kepada warga masyarakat.
    • Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi.
    • Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksanakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku.
    • Mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi, jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan.
    • Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik, apakah sesuai dengan amanat konstitusi.
    • Menanamkan nilai-nilai konstitusi khusunya perjuangan bangsa kepada generasi muda.
    • Menangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan konstitusi.
  • Wujud partisipasi terhadap pelaksanaan konstitusi Negara:
    • Dalam diri sendiri :
  1. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain
  2. Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku
  3. Tidak main hakim sendiri
  4. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  • Dalam keluarga :
  1. Taat dan patuh terhadap orang tua.
  2. Ada keterbukaan terhadap permasalahan anggota keluarga.
  3. Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga.
  4. Mengembangkan sikap positif.
  • Dalam sekolah:
  1. Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah.
  2. Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik.
  3. Mengembangkan sikap sadar dan rasional.
  4. Melaksanakan hasil keputusan bersama.
  • Dalam Masyarakat:
  1. Menjunjung tinggi norma-noma pergaulan.
  2. Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna.
  3. Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan.
  4. Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersama.
  • Dalam berbangsa dan bernegara:
  1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
  2. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan bangsa dan Negara.
  3. Sadar akan kedudukannya sebagai warga Negara.
  4. Setia membela Negara dengan perundang-undangan yang berlaku.

Lubang Biawak di 14 FEBRUARI !!!

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.

Kita sekarang melihat bahwa Valentine ini dijadikan begitu spesial oleh orang-orang di sekeliling kita. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda: “Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhori dan Muslim).

Sekarang hal yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad saw terbukti kebenarannya. Banyak umat Muslim pada hari ini mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang nonmuslim mulai dari pacaran, perayaan hari lahir, perayaan tahun baru, hingga perayaan valentine’s Dayyang dikatakan sebagai hari kasih sayang. Bahkan ANDAI SAJA ORANG-ORANG KAFIR MASUK KELUBANG BIAWAK SEKALIPUN MAKA MEREKA AKAN MENGIKUTINYA.
Cikal Bakal Hari Valentine

Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).

Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:

  1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
  2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
  3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
  4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.

Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari valentine

Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir

Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)

Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.

Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti

Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا

“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang tersebut menjawab,

مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,

فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”

Anas pun mengatakan,

فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?

Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!

Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)

Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliaurahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”

Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.

Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17]: 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan

Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)

Penutup

Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”

Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

sumber: scrnfipunm.wordpress.com

sumber gambar: pelangiku.blogspot.com

BENDA PEMUAS KEBUTUHAN

Pengertian Benda Pemuas Kebutuhan

Benda pemuas kebutuhan adalah segala sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan manusia. Kalau kita berbicara mengenai benda pemuas kebutuhan, maka pada dasarnya kita berbicara tentang dua hal, yaitu barang (goods) dan jasa (service).

Barang dan jasa sama-sama merupakan benda pemuas kebutuhan, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda. Contoh dari benda berupa barang adalah meja, kursi, mobil, roti, kopi teh, buku dan lain-lain. Contoh jasa antara lain, guru, dokter, arsitek, tukang cukur, sopir taksi, mekanik, dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa barang adalah benda pemuas kebutuhan yang berwujud, sementara jasa adalah benda tak berwujud.

JENIS-JENIS BENDA PEMUAS KEBUTUHAN

Seperti halnya kebutuhan yang dapat di klasikasikan menjadi beberapa jenis, benda pemuas kebutuhan juga dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis benda pemuas kebutuhan tersebut antara lain dapat dibedakan menurut tolak ukur sebagai berikut.

1.      Cara Mendapatkannya.

Kita dapat membedakan benda pemuas kebutuhan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperoleh benda tersebut.

a. Benda Ekonomi

Benda ekonomi adalah benda pemuas kebutuhan yang untuk mendapatkannya membutuhkan sejumlah pengorbanan tertentu. Sebagai contoh: jika ingin memiliki sebuah baju, kita harus membayar dengan uang, untuk memperoleh makanan kita harus membayar. Kesediaan kita mengeluarkan sejumlah uang merupakan pengorbanan. Kita tidak bisa menggambilnya begitu saja dari orang lain. Kita harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan barang yang kita inginkan.

b. Benda Bebas

Benda bebas adalah benda pemuas kebutuhan yang tersedia dalam jumlah banyak (kalau tidak dapat dikatakan tidak terbatas) dialam. sehingga kita dapat dengan bebas memanfaatkannya. Misalnya udara yang kita hirup, air laut yang dimanfaatkan untuk membuat garam, es di kutub atau salju dimusim dingin, pasir di padang pasir, dan sebagainya.

2. Kegunaanya (Utility):

l .Benda Kosumsi

Benda konsumsi adalah benda yang dapat langsung dipakai untuk memuaskan kebutuhan. Contoh benda konsumsi adalah: makanan, minuman, tas, buku, pinsil, penggaris, dll. Benda konsumsi juga disebut benda siap pakai karena manfaatnya dapat langsung diambil.

2.Benda Produksi

Benda yang digunakan untuk proses produksi, sehingga menghasilkan benda lainnya dapat langsung dikosumsi. Benda produksi adalah istilah lain untuk barang modal. Misalnya: mesin jahit untuk membuat baju, pabrik, mesin, truk, komputer dan sebagainya.

3) Proses Produksi:

Barang mentah (bahan baku) adalah bahan dasar atau bahan pembuat benda pemuas kebutuhan, atau barang yang belum diolah atau barang yang belum mengalami proses pengolahan. Contoh: bahan mentah antara lain sebagai berikut:

Bahan tambang: minyak bumi, timah, tembaga, emas, perak, batu bara, dsb

Hasil hutan: kayu, tumbuh-tumbuhan, hewan.

Hasil pertanian: padi, jagung, gandum.

Hasil perkebunan: kelapa sawit, tebu, buah-buahan.

Barang setengah jadi merupakan barang yang telah mengalami proses produksi, tetapi belum menjadi barang produk akhir. Barang setengah jadi masih terdiri dari beberapa tingkatan. Contoh: kapas → benang → kain

Biji besi adalah bahan mentah yang dapat diolah menjadi bentuk lempengan atau batangan besi. Produk ini kemudian mejadi bhan untuk membuat berbagai macam bentuk seperti pipa, komponen mobil atau kapal, pisau, tiang, dll.

Barang jadi, produk akhir setelah melalui proses pengolahan dari barang mentah dan setengah jadi. Barang jadi merupakan barang yang telah siap untuk dikosumsi atau digunakan untuk memenuhu kebutuhan. Contoh: pakaian, tas, kendaraan, jam tangan, dsb.

4. Hubungannya Dengan benda Lain:

Benda substitusi adalah benda pemuas kebutuhan yang pemakaiannya dapat menggantikan benda lain atau saling menggantikan. Sebagai contoh, pena dapat menggantikan pensil untuk menulis, sepeda motor dapat menggantikan mobil sebagai sarana transportasi.

Benda komplementer adalah benda pemuas kebutuhan akan bermanfaat atau mempunyai daya guna yang lebih apabila dipakai bersama-sama dengan benda lain. Sebagai contoh, mobil tidak akan bisa berjalan bila tidak ada bahan bakarnya, roti akan lebih enak jika diolesi selai, televisi dan radio tidak berguna kalau tidak ada stasiun yang memancarkan siaran.

5. Kualitasnya:

Benda superior merupakan benda yang saling mempunyai kualitas tinggi sehingga memberikan prestise bagi pemakainya. Benda ini banyak dikosumsi oleh kalangan menengah ke atas.

Benda inferior merupakan benda yang memiliki kualitas rendah. Contoh : Pakaian yang dijual di pasar loak, beras raskin, mobil bekas.

KEGUNAAN BENDA PEMUAS KEBUTUHAN

Benda pemuas kebutuhan diciptakan atau diproduksi oleh manusia dengan tujuan tertentu. Dengan kata lain, setiap benda pemuas kebutuhan pasti mempunyai nilai guna atau manfaat.

Pada dasarnya, semua benda pemuas kebutuhan manusia berasal dari alam, karena yang menyediakan semua bahan bakunya adalah alam. Manusia selalu berusaha untuk mencari dan mengumpulkan bahan baku yang dibutuhkan dari alam.

Kegunaan benda pemuas kebutuhan manusia dapat digolongkan menjadi empat macam:

. Kegunaan bentuk(form utility).

Artinya, peningkatan kegunaan dari suatu benda yang disebabkan oleh perubahan bentuknya. Sebagai contoh, nilai guna dari sebuah lempengan besi relatif rendah, namun kalu lempengan besi tersebut ditempa dan diubah bentuknya menjadi sebtang pipa atau sebilah pisau, maka nilai gunanya akan menjadi lebih besar. Begitu pula dengan kayu yang masih berbentuk sebatang pohon akan meningkat kegunaannya bila diubah menjadi meja, kursi, atu lemari.

. Kegunaan tempat (place utility).

Artinya, pertambahan kegunaan benda antara lain dapat karena dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain. Sebagai contoh: kapal laut akan berguna di laut daripada di daratan, sebuah mantel yang tebal tidak banyak gunanya jika dipakai di daerah tropis atau panas, namun bila dipakai di daerah dingin maka akan lebih terasa manfatnya.

. Kegunaan waktu (time utility).

Artinya, kegunaan suatu benda akan bertambah jika dipakai pada waktu yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut. Sebagai contoh, payung akan lebih berguna jika dipakai pada waktu hujan atau saat terik. Begitu juga dengan obat flu yang hanya akan berguna bila diminum pada waktu kita sakit flu. Di luar waktu tersebut, benda itu kurang berguna.

. Kegunaan kepemilikan (ownership utility).

Artinya, kegunaan suatu benda baru terasa jika telah ada pemiliknya atau dimiliki oleh konsuman yang tepat. Sebuah tanah yang kosong danterbengkalai tidak akan memiliki manfaat. Tanah tersebut baru membawa manfaat bila dimiliki dan diolah manusia yang bisa mengelola tanah tersebut. Di tangan seorang supir atau dokter yang tidak bisa mengelola tanah, tanah itu tetap tidak ada gunanya. Begitu juga dalam hal jasa. Biro jasa pembuat SIM tidak ada gunanya bagi anak kecil, namun memiliki banyak manfaat bagi orang yang ingin membuat SIM.

sumber bacaan :

http://organisasi.org/

http://www.g-excess.com/

http://ekonomikelasx.blogspot.com/

Makalah Geografi

STANDAR KOMPETENSI :

Memahami,konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi.

Kompetensi Dasar 1 :

  • Menjelaskan pengertian dan batasan geografi.

Kompetensi Dasar 2 :

  • Menjelaskan pengertian konsep dasar geografi.

Kompetensi Dasar 3 :

  • Memberi petunjuk cara-cara pendekatan geografi.

Kompetensi Dasar 4 :

  • Menjelaskan prinsip-prinsip geografi.

Kompetensi Dasar 5 :

  • Menjelaskan dan menyimpulkan aspek geografi.
  1. A.   Pengertian Geografi

Eratoshenes yang hidup 200 tahun sebelum Masehi dianggap sebagai orang pertama yang meletakkan dasar pengetahuan tentang bumi. Ia membuat karya tulis sebanyak 3 jilid yang berjudul Geographein. Di dalam buku tersebut,ia menguraikan antara lain tentang perubahan-perubahan daratan, lautan,gejala-gejala alam di lautan, benda-benda langit berikut jaringan-jaringan derajat astronomi. Pada jilid ketiga ia menguraikan daerah-daerah berikut kependudukannya.

  1. 1.      Pengertian

Geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani). Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian). Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.

  1. 2.      Batasan Geografi

Batasan geografi sangat banyak dan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Berikut ini adalah beberapa tokoh dengan definisi atau batasannya masing-masing (Nursid Sumaatmadja).

  1. Sidney dan Donal J.D. Mulkerne, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan tentang bumi dan kehidupan makhluk yang ada di atasnya.
  2. Hartshorne, menyatakan bahwa geografi berguna untuk memberikan deskripsi yang beraturan dan teliti dari permukaan bumi.
  3. Starbo, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik tertentu pada suatu wilayah dan memperhatikan hubungan antara berbagai tempat.
  4. Yeates, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi di permukaan bumi.
  5. Alexander, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
  6. Bintaro, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi; menganalisis gejala alam dan penduduk; mempelajari corak yang khas dalam kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
  7. Berdasarkan keputusan Lokakarya Nasional di Semarang 19 April 1988, dinyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.

Yang dimaksud dengan gejala geosfer ialah gejala-gejala alam yang berhubungan dengan litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

1)      Litosfer, yaitu kulit bumi termasuk permukaan tanah.

2)      Hidrosfer, yaitu perairan darat dan perairan laut.

3)      Atmosfer, yaitu udara yang menyelimuti bumi.

Dalam menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dengan alam, geografi menggunakan sudut pandang kewilayahan. Maksudnya, geografi membahas suatu wilayah menurut kenyataan wilayah tersebut. Geografi sangat memperhatikan cirri khas setiap wilayah.

Dalam geografi, wilayah dapat diartikan sebgai luas atau sempitnya suatu bagian permukaan bumi. Wilayah yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Setelah geografi dengan sudut pandang kewilayahan akan memberikan kejelasan tentang interaksi (saling berhubungan) dan interdepensi (saling ketergantungan) antara manusia dengan alam di lingkungan hidupnya.

Persamaan dan perbedaan gejala geosfer dipelajari dengan sudut pandang kewilayahan dan konteks keruangan, yaitu ruang tempat hidup manusia. Di salam ruang tersebut terdapat hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan alam. Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana interaksi antara manusia dengan lingkungannya dan tingkat hidup mereka.

  1. B.   Konsep Dasar Geografi

Ada sepuluh konsep dasar geografi, yaitu sebagai berikut.

  1. Konsep aglomerasi, yaitu persebaran gejala geografi yang mengelompok di suatu tempat karena ada factor-faktor yang menguntungkan.

Contohnya: penduduk biasanya bertempat tinggal di daratan rendah yang subur.

  1. Konsep diferensi area, yaitu adanya perbedaan cirri khas suatu daerah dengan daerah lain.
  2. Konsep interaksi dan interdepensi, yaitu peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi gejala alam.
  3. Konsep jarak, yaitu berkaitan dengan proses pencapaian ke suatu lokasi dan perhitungan jarak antara satu tempat ke tempat lain.
  4. Konsep keterjangkauan, yaitu tersedianya sarana dan prasarana untuk mencapai suatu wilayah. Misalnya, transportasi di saerah rendah lebih mudah dibandingan transportasi di pegunungan.
  5. Konsep keterkaitan keruangan, yaitu hubungan antara persebaran gejala geografi di suatu tempat dengan gejala lain.
  6. Konsep lokasi, yaitu konsep yang sangat penting dalam geografi. Konsep ini ada dua, yaitu lokasi relatif dan lokasi absolut.
  • Lokasi relatif adalah lokasi yang didasarkan pada keadaan daerah sekitar.
  • Lokasi absolut adalah lokasi yang didasarkan pada garis lintang dan gars bujur.
  1. Konsep morfologi, yaitu konsep yang berhubungan dengan relief (bentuk permukaan bumi) yang berbeda-beda sehingga kegunaanya pun berbeda.
  2. Konsep nilai kegunaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan manfaat fenomena yang ada. Misalnya, daerah wisata bagi wisatawan merupakan tempat rekreasi, tetapi bagi pedagang merupakan tempat yang menguntungkan untuk berdagang.
  3. Konsep pola, yaitu berkaitan dengan persebaran fenomena permukiman, sungai, jenis tanah, dan pengembangan kota.

 

 C.   Pendekatan Geografi

Dalam geografi dekenal beberapa pendekatan, yaitu pendekatan ruangan (spatial approach), pendekatan ekologi (ecological approach), pendekatan kronologi (history approach), dan pendekatan sistem (system approach).

  1. 1.      Pendekatan Keruangan {Spatial Approach}

Pendekatan keruangan adalah mempergunakan prinsip-prinsip yang berlaku, yaitu prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Pendekatan keruanagn ini meliputi sebagai berikut.

  1. Pendekatan Topik

Untuk pendekatan suatu gejala atau masalah dalam studi geografi dapat dimulai dari topik utama yang menjadi perhatian utama, misalnya kelaparan.

Kelaparan di suatu daerah di ungkapkan jenis, sebab, persebaran, intensitas, dan interelasinya dengan gejala lain dan masalah secara keseluruhan. Dengan begitu, masalah geografi di daerah tersebut dapat di ungkap secara lebih luas.

Pendekatan topik dapat di lakukan terhadap topic-topik lainnya, seperti kekurangan air, erosi, industri, pengangguran, dan kenakalan remaja. Dalam melakukan pendekatan topik, pada prinsipnya tidak boleh terlepas hubungannya dengan ruang yang menjadi topik tersebut.

Faktor-faktor geografi seperti keadaan fisis dan manusianya harus diikutsertakan dalam pendekatan ini. Berdasarkan landasan keruangan, kita dapat mengungkapkan karakteristik masalah kelaparan di wilayah tertentu dibandingkan dengan masalah kelaparan di daerah lain.

  1. Pendekatan Aktifitas Manusia

Dalam pendekatan utamanya, pendekatan ini di arahkan kepada aktivitas manusianya. Aktivitas penduduk dapat ditinjau dari persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berhubungan dengan aktivitas itu. Dari persebaran penduduk, kita dapat membedakan jenis aktivitas sehubungan dengan mata pencaharian. Misalnya, apakah aktivutas itu berlangsung di daratan rendah, di daratan tinggi atau pegunungan, di pantai, dan sebagainya.

Dengan adanya persebaran kegiatan penduduk tadi, dapat pula di ungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, keadaan geologi, keadaan tinggi rendah permukaan, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita dapat membuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan persebaran dalam ruangan.

  1. Pendekatan Regional

Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas dan membedakan diri dari region-region yang lain. Adapaun pendekatan region adalah mendekati suatu gejelah atau masalah dari region atau wilayah tempat gejala tadi tersebar. Pendekatannya ditekankan kepada region yang merupakan ruang atau wadahnya, bukan kepada topik atau aktifitas manusianya. Misalnya, maslah pantai. Dalam hal ini, kita mengungkapkan masalah abrasi pantai. Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai. Lalu, kita dapat mengungkapkan interelasi abrasi dengan penanaman hutan bakau (mangrove) di pantai. Apakah hutan bakau di pantai dapat menguangi abrasi pantai? Kita dapat membandingkan kondisi antara pantai yang tidak ditumbuhi pohon-pohon bakau.

Itulah sebabnya antara pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional sukar dipisahkan satu sama lainnya. Hal itu terjadi karena suatu pendekatan akan membantu pendekatan lainnya.

  1. 2.      Pendekatan Ekologi {Ecological Approach}

Pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan suatu konsep san prinsip ekologi. Ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Geografi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan persebaran dan aktivitas manusia.

Pandangan dan penelaahan ekologi di arahkan kapada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam. Pendekatan ekologi dapat mengungkapkan masalah persebaran dn aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan dan sebagainya.

  1. 3.      Pendekatan Kronologi {History Approach}

Pendekatan kronologi (history atau sejarah) dapat menjelaskan dimensi waktunya dan dapat pula menjelaskan pertumbuhan dan perkembangannya. Studi geografi dalam meneliti dan menganalisis gejala melalui konsep regional tidak hanya memperhatikan urutan waktu sebagai faktor ruang, melainkan juga harus memperhatikan tempat sebagai faktor historinya.

Pendekatan kronologi suatu gejala atau masalah pada ruang tertentu dapat kita lakukan sebagai berikut:

  1. Mengkaji perkembangannya
  2. Melakukan prediksi proses gejala atau masalah tadi pada masa-masa yang akan datang
  3. Melakukan pengkajian dinamika dan perkembangan suatu gejala geografi di daerah atau wilayah tertentu.

Meneliti, menganalisis, dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan historis, artinya dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya. Kita akan dapat melihat kecenderungan ke arah mana kota itu tumbuh berkembang. Selain itu, dapat dikaji pula apa sebabnya kota berkembang ke arah itu. Kita dapat menyusun perencanaan kota untuk menunjang perkembangannya secara serasi dan seimbang. Pendekatan historis atau kronologi dapat pula dilakukan terhadap pertumbuhan industri, migrasi penduduk, perkembangan daerah erosi dan banjir, dan sebagainya.

  1. 4.      Pendekatan Sistem {System  Approach}

Pendekatan sistem adalah mode berpikir sintetik yang diterapkan kepada masalah yang merupakan suatu sistem (Nursid Sumaadja, 1981). Mode berpikir sintetik adalah mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar. Pendekatan sistem diartikan sebagai suatu metodologi yang digunakan untuk mendekati, menelaah, dan mengkaji sistem gejala geografi dan sistem keruangan (spatial system). Pelaksanaan pendekatan sistem suatu gejala geografi dikaitkan atau dihubungkan dengan gejala lainnya dalam suatu sistem keruangan. Pendekatan sistem dapat pula diterapkan pada sistem keruangan industri, permukiman, perkotaan, pelabuhan, jaringan transportasi-komunikasi, dan sebagainya.

  1. D.   Prinsip-Prinsip Geografi

Prinsip geografi menjadi dasar pada uraian, pengkajian, pengungkapan gejala, variable, faktor dan masalah geografi.

  1. 1.      Prinsip Persebaran

Persebaran gejala dan fakta tidak merata dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kemudian kita gambarkan dan ungkapkan persebaran gejala dan fakta dalam ruang atau wilayah. Deng-an demikian, kita dapat mengungkapkan hubungan satu sama lainnya.

  1. 2.      Prinsip Interelasi (Hubungan)

Setelah kita mengetahui persebarannya dalam ruang atau wilayah, kita akan mengungkap-kan hubungan antara satu faktor dengan yang lainnya. Yaitu, hubungan antara faktor fisis dengan faktor fisis; faktor manusia dengan faktor manusia; dan faktor fisis dengan faktor manusia. Akhirnya, kita dapat mengetahui karakteristik gejala atau fakta geografi di suatu wilayah.

  1. 3.      Prinsip Deskripsi (Menjelaskan) atau Eksplanasi

Prinsip ini memberikan gambaran tentang gejala dan masalah yang dipelajari. Pelaksana-annya dapat melalui kalimat, peta, grafik, diagram, dan table. Deskripsi tersebut memberikan penjelasan tentang apa yang kita pelajari dan selidiki.

  1. 4.      Prinsip Spasial (Keruangan)

Prinsip ini meninjau gejala, fakta, dan maslah geografi dalam persebarannya, interelasi-nya, dan interaksinya dalam ruangan. Ruang adalah bagian permukaan bumi, baik keseluruh-an maupun hanya sebagian, termasuk juga:

  1. Atmosfer paling bawah (troposfer) yang berpengaruh terhadap permukaan bumi.
  2. Litosfer (lapisan batuan) sampai kedalaman tertentu.
  3. Hidrosfer, yaitu air dipermukaan bumi (air laut dan air di darat) dan air tanah.
  4. Organism (makhluk hidup), flora, fauna, dan manusia di permukaan bumi.
  1. E.   Aspek Geografi

Untuk melakukan studi tentang berbagai aspek kehidupan dalam geografi maka harus dipelajari aspek-aspek secara geografi, yaitu pertanian, indusrti, permukiman, transportasi dan komunikasi, serta sumber daya.

  1. 1.      Aspek Pertanian

Berdasarkan tinjauan studi geografi, pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis, meliputi komponen-komponen tanah, iklim, hidrografi, topografi dengan segala proses alamiahny. Subsistem manusia meliputi tenaga kerja, kemampuan teknologi, tradisi, dan kemampuan ekonomi.

Berikut ini kita akan mengkaji asosiasi berbagai variable pertanian dan diferensi pertanian.

  1. Pengkajian Asosiasi Variabe-Variabel Pertanian

Untuk menelaah hubungan dua variable pertanian, misalnya hubungan antara penggunaan pupuk per satuan luas dengan produktifitas pertanian atau antara produktivitas tersebut dengan jarak dari saluran utama pengairan setempat, kita dapat menganalisisnya.

  1. Pengkajian Diferensi Areal Pertanian

Analisis keruangan sector pertanian dilakukan terhadap areal pertanian yang cukup luas. Dari areal atau region pertanian yang cukup luas dapat ditentukan perbedaan-perbedaan areal yang lebih kecilberdasarkan macam-masam subsistem. Misalnya, keadaan pengairannya, jenis tanahnya, kemampuan teknologi pertaniannya, dan jenis pertanian yang dikembangkannya.

  1. 2.      Aspek Industri

Industri dalam arti sempit adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi (manufacturing industry). Industri sebagai suatu sistem merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia.

Aspek industri tersebut terutama kepada interelasi keruangan komponen-komponennya dan kepada pengorganisasian ruang dalam mengembangkan industri tersebut. Adapun aspek keruangan pembangunan industri, meliputi penerapan teknologi tepat, penentuan lokasi dengan persebarannya, dan diferensiasi (perbedaan) areal industri.

  1. Penerapan Teknologi Tepat

Teknologi tepat (teknologi adaptif), yaitu ahli teknologi dari negara-negara maju yang disesuaikan dan diserasikan dengan pertimbangan-pertimbangan keadaan lingkungan masyarakat yang menerapkannya (Nursid Sumaadja, 1985).

Penerapan teknologi adaptif pada sector industri, berarti :

1)      Tepat, sesuai dan serasi dengan kondisi fisis-geografis wilayah yang akan dikembangkan industrinya

2)      Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi ekonomi setempat;

3)      Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi demografi setempat;

4)      Dapat memberikan lapangan usaha dan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.

  1. Penentuan Lokasi dengan Persebarannya

Dalam hal ini, aspek keruangan industri menyangkut pemecahan masalah kepadatan penduduk, persebaran penduduk, pengembangan daerah pedesaan, penjagaan pelestarian lingkungan hidup, dan sebagainya. Pembangunan industri dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional kesejahtraan penduduk, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Sementara itu, lokasi persebaran industri ke daerah pedesaan harus sesuai dengan kondisi geografi daerah pedesaan yang bersangkutan.

  1. Diferensiasi Areal Industri

Diferensiasi areal industri di arahkan kepada pemilihan kawasan yang tepat dan sesuai dengan jenis industri yang akan dikembangkan dikawasan tersebut. Kawasan industri terdiri dari komponen-komponen yang mendukung pembangunan industri meliputi:

1)      Potensi sumber daya

2)      Kemungkinan pengembangan transportasi dan komunikasi

3)      Sumber daya energy

4)      Keadaan lahan

5)      Tenaga kerja

6)      Pengembangan teknologi

7)      Usaha menjaga kelestarian lingkungan

8)      Pemasaran lokal, nasional, dan luar negeri

  1. 3.      Aspek Permukiman

Permukiman adalah bagian bumi yang dihuni manusia, meliputi sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggal yang bersangkutan. Pada mulanya, manusia memilih tempat tinggal atau permukiman dengan syarat-syarat:

  1. Cukup air
  2. Tanahnya subur
  3. Mudah untuk lalu lintas dan angkutan
  4. Mudah untuk menacari lapangan kerja
  5. Terlindung dari binatang buas

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman, yaitu faktor fisis, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya.

  1. Faktor fisis, meliputi:

1)      Keadaan tanah,

2)      Keadaan hidrografi,

3)      Iklim,

4)      Morfologi,

5)      Sumber daya lainnya

  1. Faktor sosial, meliputi:

1)      Karakter demografinya,

2)      Struktur dan organisasi sosial,

3)      Relasi sosial antar penduduk yang menghuni permukiman.

  1. Faktor budaya, meliputi:

1)      Tradisi setempat

2)      Daya seni

3)      Kemampuan teknologi dan iklim pengetahuan penduduk

  1. Faktor ekonomi, meliputi:

1)      Harga tanah

2)      Kemampuan daya beli penduduk

3)      Lapangan penghidupan

4)      Transportasi dan komunikasi

  1. Faktor politik, maliputi:

1)      Keadaan Negara dan pemerintahan

2)      Peraturan dan kebijakan

Berikut ini akan diulas mengenai kondisi di permukiman pedesaan, perkotaan, serta perencanaan dan pengembangan daerah permukiman.

  1. Permukiman di Daerah Pedesaan

Persoalan yang paling penting tentang permukiman di daerah pedesaan, yaitu mengenai perencanaan. Daerah pedesaan yang umumnya di dentik dengan daerah pertanian, pola permukimannya di pengaruhi oleh pertanian yang bersangkutan. Permukiman yang rapat berkembang di daerah yang subur tanahnya.

Permukiman di desa nelayan lingkungannya buruk sekali. Untuk menciptakan permukiman yang sehat dan memenuhi syarat di perlukan bimbingan dan pengarahan dari pihak yang berwenang.

  1. Permukiman di Daerah Perkotaan

Permukiman di daerah perkotaan lebih kompleks dari pada di daerah pedesaan. Penduduk perkotaan beraneka ragam tentang pekerjaan, pendidikan, dan sosial budayanya. Kualitas tempat tinggal penduduknya juga bervariasi, mulai dari rumah mewah sampai gubuk yang tidak layak dihuni.

Permukiman penduduk kota, semakin padat malah semakin menimbulkan masalah. Hal tersebut karna adanya pertumbuhan penduduk kota yang besar, baik dari kelahiran maupun perpindahan penduduk dari pedesaanu, Oleh karena itu, di kota banyak timbul tempat tinggal penduduk yang kumuh (slum).

  1. Perencanaan dan Pengembangan Daerah Permukiman

Untuk meningkatkan kesejahtreraan penduduk, daerah permukiman penduduk jangan dibiarkan berkembang secara liar yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. Untuk itulah, permukiman harus di rencanakan dengan pola perencanaan yang baik. Dalam perencanaan dan pengembangan daerah permukiman tidak hanya pada penduduk yang sudah bermasyarakat secara teratur, tetapi juga pada permukiman penduduk lainnya termasuk suku terasing yang masyarakatnya belum teratur.

  1. 4.      Aspek Transportasi dan Komunikasi

Transportasi adalah pemindahan benda maupun manusia dari satu tempat ke tampat lain. Komunikasi adalah pergerakan atau perpindahan bukan berbentuk benda, melainkan berupa berita, gagasan, buah pikiran, dan sebagainya. Transportasi dan komunikasi membawa pengaruh perkembangan dan perubahan fisik secara mental. Perkembangan dan pembangunan transportasi serta komunikasi dapat digunakan sebagai prasarana dan sarana untuk mengembangkan dan memajukan daerah terpencil.

  1. Pembangunan Sarana Transportasi Sebagai Usaha Mengembangkan Daerah

Melalui kemajuan teknologi komunikasi (telephone, telegraf, radio, tv, internet, dan ponsel) kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri. Namun, teknologi komunikasi dan teknologi transportasi tidak dapat mencapai permukaan bumi, terutama daerah-daerah yang terpencil.

Untuk memajukan daerah terpencil dapat dikembangkan prasarana dan sarana transportasi darat, air, atau darat.

1)      Transportasi melalui darat berupa jalan raya dan jalan kerata api.

2)      Transportasi melalui air berupa pelayaran sungai, pelayaran antar pulau, dan pelayaran samudera.

3)      Transportasi melalui udara, yaitu dengan pesawat terbang. Khusus daerah terpencil dengan menggunakan penerbangan perintis.

Apabila transportasi dan komunikasi ke daerah terpencil lancar maka potensi yang ada di daerah, seperti hasil pertanian, sumber daya mineral, dan keindahan alamnya dapat dikembangkan sehingga kesejahtraan penduduknya dapat meningkat. Tentunya, prasarana dan sarana transportasi yang dikembangkan harus cocok dengan kebutuhan daerah yang bersangkutan.

  1. Pengkajian Areal Pusat Transportasi

Angkutan di darat, perairan, maupun udara memerlukan pusat-pusat persinggahan. Pusat-pusat itu di darat berupa terminal kendaraan, diperairan berupa pelabuhan, dan di udara berupa lapangan terbanga (bandara). Pemilihan pusat-pusat persinggahan tersebut memerlu-kan penelitian agar lokasinya dapat memenuhi syarat-syaratnya. Sebagai contoh, untuk pembangunan pelabuhan harus memeruhi syarat-syarat sebagai berikut:

1)      Morfologi pantai harus memungkinkan untuk pelabuhan

2)      Kedalaman perairan harus dalam

3)      Daerah daratan, pantainya dapat menyediakan berbagai kebutuhan pelabuhan (air bersih, tenaga kerja, bahan makanan, bahan bakar, dan sebagainya).

4)      Prasarana dan saran transportasi darat

5)      Kemungkinan menjaga kelestarian lingkungan

6)      Kemungkinan untuk perluasan.

  1. Pengkajian Hubungan Dengan Aspek Kehidupan Lainnya

Untuk mengungkapkan tingkat kemajuan wilayah setampat berkenaan dengan berbagai aspeknya maka harus diteliti pula aspek-aspek kahidupan lainnya. Aspek-aspek itu, antara lain sumber daya hutan, sumber daya mineral, hasil perikanan, hasil pertanian, sumber daya kepariwisataan, dan hasil kerajinan.

  1. 5.      Aspek Sumber Daya

Sumber daya adalah semua potensi dan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Persediaan ini akan menjadi sumber daya bilamana dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (bahan pangan, tempat berlindung, penghangat badan, transportasi, dan sebagainya).

Suatu potensi, baru akan menjadi sumber daya jika kemampuan budaya telah dapat memanfaatkannya. Kekayaan yang tersimpan di dalam bumi tidak akan berkembang atau belum bermanfaat jika kemampuan ilmu dan teknologinya belum di gunakan. Bagi bangsa yang tingkat ilmu dan teknologinya sudah maju atau tinggi, sumber daya yang berada di Negara lain sudah dapat di manfaatkan .

Kemampuan dan batas kemampuan sumber daya di pengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan kemajuan ilmu dan teknologi. Akibat pertumbuhan penduduk dan penerapan teknologi modern, sumber daya yang tidak dapat di perbarui akan cepat terkuras habis.

NAMA-NAMA FOSIL MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Nama Fosil                           : Pithecanthropus Erectus.

Tempat ditemukan           : Desa Trinil di pinggir sungai Bengawan Solo di dekat Ngawi, Propinsi Jawa Timur.

Nama Penemu                    : Dr. Eugene Dubois

Tahun ditemukan              : 1890.

Keterangan                          : Fosil ini dikenal juga dengan sebutan Manusia Jawa dan merupakan jenis manusia purba yang

pertama kali ditemukan di Indonesia.

 

Nama Fosil                         : Pithecanthropus Mojokertensis.

Tempat Ditemukan         : Daerah Perning, Mojokerto, Jawa Timur.

Nama Penemu                  : Duyfjes dan Von Koenigswald

Tahun ditemukan            : 1936.

Keterangan                        : Fosil ini berupa tengkorak anak-anak yang berusia sekitar 6 tahun dan diperkirakan hidup sekitar

1,9 juta tahun yang lalu

 

Nama Fosil                      : Meganthropus Palaeojavanicus.

Tempat Ditemukan       : Sangiran, daerah Surakarta, Propinsi Jawa Tengah.

Nama Penemu                : Von Koenigswald.

Tahun ditemukan          : Antara tahun 1936 – 1941.

Keterangan                      : Fosil ini lebih besar dan lebih tegap daripada Pithecanthropus Erectus. Usianya diperkirakan

paling tua di antara jenis manusia purba yang lain di Indonesia.

 

Nama Fosil                    : Homo Soloensis.

Tempat Ditemukan    : Daerah Ngandong, Blora, Propinsi Jawa Tengah.

Nama Penemu             : Ter Haar, Oppenoorth, Von Koenigswald.

Tahun Ditemukan      : Antara tahun 1931 – 1933.

Keterangan                   : Fosil ini tingkatannya lebih tinggi daripada Pithecanthropus Erectus.

 

Nama Fosil                   :  Homo Wajakensis.

Tempat Ditemukan  : Daerah Wajak, Tulungagung, Propinsi Jawa Timur.

Nama Penemu           : B.D. van Rietschoten.

Tahun Ditemukan    : 1889.

Keterangan                 : Sebenarnya fosil ini lebih dahulu ditemukan daripada Pithecanthropus Erectus, tetapi pada saat itu

belum dipublikasikan. Diduga jenis fosil manusia purba ini memiliki peradaban yang lebih tinggi

daripada jenis manusia purba yang  lainnya di Indonesia.

 

 

Sumber tulisan: http://id.shvoong.com/humanities/history/2187699-fosil-manusia-purba-yang-ditemukan/#ixzz1koe03UdV

sumber gambar http://yourknowledge.hubpages.com/hub/Human-Origins-The-Study-of-Human-Fossils-and-Other-Methods

SIKLUS LITIK DAN LISOGENIK PADA VIRUS

Siklus Litik

Cara reproduksi virus yang utama menyangkut penghancuran sel inangnya.

Siklus litik, secara umum mempunyai tahap:

1. Adsorbsi:
Penempelan virus pada inang.

2. Injeksi/Penetrasi:
virus melubangi membran sel inang dengan enzim lisozim.
Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan materi genetiknya kedalam sitoplasma sel inang.

3. Sintesis/Replikasi:
Materi genetik dari virus akan menonaktifkan materi genetik sel inangnya
Kemudian mengambil alih kerja sel inang.
DNA dari virus, akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru.

4. Perakitan:
Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.

5. Litik/Lisis/Pembebasan:
Virus-virus yang telah matang akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom untuk menghancurkan membran sel.
Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati.

Untuk Mudah mengingatnya slahkan gunakan ‘jembatan keledai‘:

“ADIN SI PELIT”

Adsorbsi-Injeksi-Sintesis-Perakitan-Litik

NB: Bagi yang bernama Adin, jangan khawatir, ini bukan kamu. Sekedar akronim untuk memudahkan belajar.

Siklus Lisogenik

Pada siklus ini sel inangnya tidak hancur tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. Tahap penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus.
Siklus lisogenik meliputi tahapan:
1. Adsorbsi
2. Injeksi
3. Penggabungan
4. Pembelahan
5. Sintesis

 

Sumber: http://biologi.blogsome.com/2011/09/14/siklus-litik-dan-lisogenik-pada-virus/

CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI

  1. Acarologi, ilmu yang mempelajari tentang acarina (tungau)
  2. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
  3. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
  4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
  5. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  6. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
  7. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
  8. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
  9. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
  10. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
  11. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
  12. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
  13. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
  14. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
  15. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
  16. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
  17. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
  18. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  19. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
  20. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
  21. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
  22. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
  23. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
  24. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
  25. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
  26. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
  27. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
  28. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
  29. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
  30. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
  31. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  32. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
  33. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
  34. Farmakologi,ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
  35. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga.
  36. filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
  37. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
  38. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
  39. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
  40. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
  41. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  42. Genetika kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
  43. Genetika molukuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
  44. Genetika , cabang genetika yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi
  45. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
  46. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus
  47. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
  48. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya
  49. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
  50. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
  51. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
  52. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
  53. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
  54. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
  55. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
  56. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang molusk
  57. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
  58. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
  59. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
  60. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
  61. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
  62. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
  63. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
  64. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematod
  65. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
  66. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem sara
  67. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
  68. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
  69. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
  70. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
  71. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
  72. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )
  73. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
  74. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
  75. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
  76. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen
  77. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
  78. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
  79. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
  80. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
  81. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
  82. Philogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
  83. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
  84. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
  85. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
  86. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa
  87. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan pak
  88. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-par
  89. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
  90. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
  91. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
  92. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
  93. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
  94. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang lingkungan
  95. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
  96. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
  97. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
  98. Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
  99. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
  100. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wan ita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
  101. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
  102. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan